Rapat Koordinasi Penyusunan Geospasial Tematik Irigasi Kalsel

Rapat koordinasi penyusunan geospasial tematik irigasi yang dilaksanakan pada hari Rabu, 14 maret 2018 di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah provinsi Kalimantan Selatan yang di hadiri oleh Dinas PUPR Prov Kalsel, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultural Prov. Kalsel serta Bappeda dan DPUPR Kabupaten Kota Se-Kalimatan Selatan kecuali Kota Banjarmasin.

Kepala Bidang Infrastruktur dan Lingkungan Hidup - Bappeda Provinsi Kalimantan Selatan menyatakan Sejak tahun 2012 progres yang sudah berjalan tidak cukup menggembirakan untuk jaringan di tingkat kabupaten/kota. Di tahun 2018 diperlukan langkah - langkah yang progresif untuk mengisi geoportal yang telah di bangun. Tidak semua di tingkat kabupaten/kota maupun SKPD yang memanfaatkan jaringan informasi melalui geoportal secara maksimal. Pasal 7 dalam peraturan gubernur (Pergub) menyatakan bappeda sebagai simpul jaringan di tingkat Provinsi dan daerah (Kabupaten/Kota). Sebagian di tingkat Kabupaten sudah memiliki geoportal dan akan di support untuk kelancaran dalam pelaksanaan kebijakan satu peta. Ada 84 tema yang telah di sediakan oleh BIG, sehingga di harapkan adanya dukungkan di tingkat daerah berupa hasil deliniasi pada DIR.

Jaringan informasi geoportal cukup penting mengingat adanya program dari pusat yaitu DAK dan IDPMIP sehingga dalam melakukan overlay tidak boleh terjadinya overlap antar hasil deliniasi. Harus adanya harmonisasi antar SKPD dalam pelaksanaannya Fokus utama dalam rapat hari ini mengenai irigasi yaitu Dinas PU dan Pertanian yang ada kaitan dengan pembangunan data spasial irigasi. Permasalahan yang di hadapi dalam pengelolahan irigais yaitu kejelasan mengenai kewenangan irigasi, belum tersedianya data irigasi di tingkat daerah. Diharapkan kepada kabupaten/kota untuk membuka kembali aplikasi yang telah tersedia

Ibu Sumardiah dari Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataruang Ruang Provinisi KAlimamtan Selatan memgatakan 57.003 Ha baik itu daerah irigasi permukaan dan daerah irigasi rawa telah di lakukan digitasi berupa data format shapefile (.shp)  Peraturan menteri yang sudah ada tidak perlu di ubah tetapi hanya di berikan legenda Bulan Juni ditargetkan sudah terselesaikan untuk deliniasi irigasi baik itu Daerah Irigasi (DI) dan Daerah Rawa (DR)

Fathurrahman dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultural  Provinsi Kalimantan Selatan mengemukakan Ada beberapa kabupaten/kota yang telah memperbahrui data spasial. Data spasial yang di gunakan sudah menggunakan skala 1 : 5.000 untuk persawahan dan irigasi. Ada beberapa kabupaten yang telah melakukan pemetaan hingga ke tingkat kelompok tani. Salah satu kabupaten yang telah selesai secara berkala yaitu Kab. Barito Kuala yang telah melakukan pemetaan hingga ke tingkat kelompok tani per kecamatan. Kabupaten Tabalong dan Kabupaten Balangan melakukan pemetaan, sementara untuk kabupaten/kota yang lain masih belum.

Kesimpulan dari hasil rapat adalah setiap tingkat daerah (Kabupaten/Kota) harus sudah melakukan deliniasi pada DI, DR dan DIR masing - masing daerahnya.Target untuk penyelesaian penyusunan satu peta irigasi secara keseluruhan di targetkan di bulan Juni 2018. Akan ada Rapat lanjutan mengenai progres deliniasi daerah irigasi tiap masing - masing Kabupaten/ Kota pada tanggal 16 April 2018.

Ditulis :Muhammad Angga Prabowo
Diposting : 2018-03-15 10:03:09